MAHASISWA UNDIP AJARKAN MASYARAKAT MENANAM DI LAHAN SEMPIT SEKALIGUS PENGOLAHAN HASIL PANEN

Pelatihan Penanaman Teknik Upside Down dan Self Watering

Batursari, Demak (25/07) – Masa pandemik COVID 19 tidak melunturkan semangat mahasiswa Universitas Diponegoro untuk menjalankan KKN di wilayah masing-masing. Pekan ketiga mahasiswa KKN TIM II UNDIP melaksanakan 2 program utama, yaitu pelatihan penanaman teknik upside down dan penanaman teknik self watering. Tanaman yang ditanam dengan teknik upside down adalah tanaman tomat dan cabai sedangkan teknik self watering adalah tanaman bayam, sawi, dan kangkung.

Hasil Penanaman Teknik Upside Down dan Self Watering

Cara penanaman dengan teknik upside down dan self watering cukup mudah. Langkah penanaman dengan teknik upside down yaitu mulanya botol plastik dipotong pada bagian bawah kemudian dipasang tali untuk menggantungkan botol dan botol dilubangi di beberapa bagian untuk jalan keluarnya air. Bibit tanaman yang sudah berumur minimal 3 minggu dimasukkan melalui bawah botol menuju ke lubang atas botol lalu isi dengan media tanam. Langkah penanaman dengan teknik self watering yaitu botol plastik dibelah menjadi dua kemudian lubangi tutup botol dan masukkan kain flanel. Botol bagian atas diisi media tanam dan bibit lalu disusun terbalik dengapenyangga adalah botol bagian bawah yang diisi air.

Pelatihan Pengolahan Selai Tomat dan Nugget Bayam

Selain pelatihan penanaman, mahasiswa KKN TIM II UNDIP juga melaksanakan kegiatan lanjutan dari 2 program utama, yaitu pengolahan hasil. Sayuran yang diolah adalah tomat dan bayam. Jika biasanya tomat lebih banyak dikonsumsi sebagai lalapan, campuran masakan, maupun sambal, kali ini mahasiswa Undip mengajarkan cara mengolah tomat menjadi selai. Bayam yang biasanya juga dijadikan sebagai masakan sayur berkuah kali ini diolah menjadi nugget bayam. Peserta pelatihan kedua program adalah ibu-ibu PKK di Pucang Anom Timur Raya RT 09/RW 20. Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Selain menambah wawasan ibu-ibu PKK mengenai teknik berkebun di rumah dan pengolahan sayuran, kedua program tersebut juga bisa menjadi hobi baru ibu-ibu PKK untuk mengisi waktu luang di masa pandemik.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan